GATRANEWS  | BOLA | CARSPLUS |

Mendongkrak Wisatawan Danau Toba dengan Jalur Udara

28 March 2016
Wisatawan berfoto-foto di atas Bukit Hutaginjang dengan latar belakang Danau Toba (GATRAnews/Tian Arief)

Siborong Borong, GATRAnews - Mengunjungi Sumatera Utara tidaklah lengkap tanpa mengunjungi Danau Toba. Ya, danau yang berada di jantung Tano (tanah) Batak ini bukanlah danau biasa, karena ini adalah danau kawah terbesar di dunia, yang membentang dengan ukuran panjang sekitar 100 kilometer, lebar 30 kilometer, dengan bagian terdalam hingga 505 meter. Danau Toba juga merupakan danau terbesar di Asia Tenggara, dan danau bertipe vulkanik terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria di Sandra Afrika.

Di tengah Danau Toba terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir, yang berada pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Di tengah Pulau Samosir ini, terdapat dua danau, yakni Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang.

Setiap sudut maupun dan pinggiran Toba memiliki keindahan tersendiri, dipadu perbukitan yang berbaris mengelilinginya, serta pulau-pulau di atasnya, semakin menambah daya tarik Danau Toba. Saking luasnya, Danau Toba mencakup tujuh kabupaten, masing-masing Tapanuli Utara, Toba Samosir, Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Simalungun.

Danau Toba Balige (GATRAnews/Tian Arief)

Terdapat jalan raya yang melingkari Danau Toba yang melintasi ketujuh kabupaten tersebut. Dari sana kita bisa melihat indahnya pemandangan Danau Toba ini dari berbagai sudut (angle). Salah satu pemandangan paling menarik (the best view) Danau Toba bisa kita saksikan dari Kabupaten Tapanuli Utara, tepatnya dari Desa Hutaginjang di Kecamatan Muara.

Hutaginjang (berarti kampung/wilayah yang berada di ketinggian) pada posisi 1.550 mdpl (meter di atas permukaan laut) dengan memiliki curah hujan 1.234 mm/thn, adalah salah satu dari sekian tempat wisata yang menawarkan panorama keindahan Danau Toba. Dari sana, kita bisa melemparkan pandangan ke arah hamparan sawah dan hutan yang menghijau, serta permukaan air danau yang tenang berwarna kebiruan, sungguh suatu pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan.

Kecamatan Muara memiliki luas 79,75 kilometer persegi atau 2,10 % dari luas Kabupaten Tapanuli Utara. Kawasan Wisata Alam Sijaba Hutaginjang sebelum menjadi obyek wisata merupakan kawasan hutan produksi terbatas. Sebagian besar penduduk sekitar menggantungkan hidupnya dari bertani. Salah satu komoditas pertanian yang terkenal dari kawasan ini adalah kopi.

Kawasan Wisata Alam Sijaba Hutaginjang merupakan obyek wisata termuda di propinsi Sumatera Utara. Di tempat ini telah dibangun sebuah rumah doa bagi umat Kristiani di lereng bukit Hutaginjang di tepian Danau Toba, dengan tujuan untuk memberkati daerah Tapanuli Utara.

Danau Toba Parapat (GATRAnews/Tian Arief)

Sarana dan prasarana di kawasan ini masih belum memadai. Jalan menuju obyek wisata Bukit Doa Hutaginjang ini menanjak, berkelok-kelok, dan sempit. Sehingga obyek wisata ini lebih mudah dicapai dengan kendaraan kecil non-sedan, meski bus sedang masih bisa melewatinya dengan susah payah. Lebih baik lagi, jenis SUV yang memiliki kemampuan jelajah yang tinggi.  

Hotel terdekat dari wisata itu adalah Sentosa Lake Resort Hotel, hotel bintang tiga di kota Kecamatan Muara, yang lokasinya tepat menghadap ke Danau Toba, dengan pemandangan Pulau Sibandang yang begitu indah dan menawan.

Untuk menuju lokasi itu, dari kota Medan atau Bandara Kualanamu Deliserdang, anda menuju Tarutung, ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara, atau Kota Kecamatan Siborong-borong. Ada juga jalur alternatif melalui Balige.

Dari Kota Medan/Bandara Kualanamu perjalanan memakan waktu sekitar 6 hingga 8 jam, karena lalu lintas yang terbilang padat dengan jalan yang relatif sempit (dua jalur untuk dua arah lalu lintas). Namun kini sudah ada terobosan baru. Maskapai nasional Garuda Indonesia, mulai 22 Maret 2016 melayani rute penerbangan Jakarta (Bandara Internasional Soekarno Hatta/CGK) - Siborong Borong (Bandara Silangit/DTB), setiap Selasa, Jumat, dan Minggu.

Bandara Silangit, Siborong Borong (GATRAnews/Tian Arief)

Penerbangan tiga kali seminggu itu dilayani pesawat jet bermesin ganda tipe Bombardier CRJ-1000 NextGen “Explore Jet” berpenumpang 96 orang, yang semuanya kelas ekonomi, dengan jam keberangkatan 08.50 WIB dan jam kedatangan 10.50 WIB.  

PT Angkasa Pura II (Persero) menargetkan, pada akhir tahun ini Bandara Silangit bisa didarati pesawat besar Boeing 737, setelah landas pacunya diperluas, dari 2400 x 30 meter menjadi 2650 x 45 meter. Infrastruktur yang memadai diharapkan akan meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) ke Danau Toba dan obyek-obyek wisata lainnya, seperti Bukit Lawang, Brastagi, dan Nias.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), awal bulan ini mengatakan, pemerintah akan mengembangkan kawasan wisata Danau Toba dengan membangun beberapa hotel untuk akomodasi para wisatawan. "Diharapkan dengan fasilitas yang lebih baik akan menarik wisnus dan wisman lebih banyak, dengan diferensiasi dan branding dan promosi yang lebih baik. Kita yakin ini jadi destinasi yang layak bagi wisman maupun wisnus," ujar Presiden Jokowi, seperti dikutip Antara.

Sementara itu, Plt Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, dalam sambutan peresmian penerbangan perdana Garuda Jakarta-Silangit, di Bukit Doa Hutaginjang Tapanuli Utara, awal pekan lalu, mengharapkan jumlah kunjungan wisnus maupun wisman yang menikmati keindahan alam Sumatera Utara semakin meningkat. Saat ini kunjungan wisatawan ke provinsi itu 250 ribu orang per tahun, dan pada 2019 diharapkan meningkat menjadi 1 juta kunjungan.

"Kalau seorang wisatawan saja menghabiskan 1.000 dolar Amerika atau sekitar Rp 13 juta, bisa kita bayangkan berapa devisa yang akan kita dapat dari sektor pariwisata ini," tutur Erry, di depan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) M Arif Wibowo, dan beberapa pejabat pusat maupun daerah.

Adanya penerbangan langsung Garuda dari Jakarta ke kawasan Toba yang merupakan jantung Tano Batak ini, diharapkan mampu mendongkrak Danau Toba sebagai ujung tombak dari 10 destinasi wisata prioritas tahun 2016, selain Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang.


Reporter: Tian Arief