GATRANEWS  | BOLA | CARSPLUS |

Danau Toba, Satu untuk Semua, Semua untuk Satu

21 February 2016
Danau Toba (Gatra/Guritno)

Jakarta, GATRAnews - Sebelum Rapat Terbatas dengan Presiden Jokowi 2 Februari 2016 lalu, Menteri Pariwisata Arief Yahya lebih banyak memikirkan pekerjaan sosio antro psikologis. Yakni, bagaimana membuat tujuh dewa pimpinan daerah di kawasan Toba bisa bersatu dalam cita-cita.


“Kuncinya adalah manajemen cinta. Tujuan kita sama, membuat Toba menjadi destinasi kelas dunia. Karena itu, kita harus punya prinsip yang sama dan cara yang sama. Satu untuk semua, semua untuk satu!” jelas Menpar Arief Yahya, di Jakarta, Jumat (19/2) .

Setelah level satu visi ini tercapai, Presiden Jokowi mengeluarkan statemen, soal Toba. Presiden meminta perkuat konektivitas, aksesibilitas, baik yang bertaikan dengan pelabuhan, bandara dan jalan. Pengembangan pariwisata harus terintegrasi mulai perencanaan sampai pengelolaan.

“Segera tindak lanjuti di lapangan, dan saya tekankan agar disiapkan branding pemasaran, pelayanan berstandar internasional, atraksi seni budaya dengan koreografer, desain yang berkelas,” kata Presiden Jokowi.

Tiga hari setelah Ratas 2 Februari itu, Menhub Ignatius Jonan langsung ke Bandara Silangit. Keputusannya, menaikkan ukuran runway dari 2.400 x 30 meter, menjadi 2.400 x 45 meter. Kemudian menaikkan kekerasan landasan dari 32 menjadi 40.

Selanjutnya, membuka jalur penerbangan dari Halim Perdana Kusuma ke Silangit, sehingga tidak perlu melalui Kuala Namu untuk ke tujuh kabupaten di dekat Toba itu.

Begitu juga pada 5 Februari, Kemen-PUPR melakukan akselerasi pembangunan tol Medan-Parapat, memasukkan dalam budget tahun 2017. Medan-Tebing Tinggi sekarang sudah proses. Pihaknya juga tengah menyiapkan pelebaran jalan nasional di sekitar Danau Toba dan Samosir.

“Semua ngebut lintas kementerian, tetapi untuk kepentingan prioritas nasional, untuk satu tujuan, semua progress,” jelas Arief Yahya.

Banyak pihak yang masih “meragukan”, itu pasti. Menpar Arief menyadari itu. Karena terlalu lama Toba tidak terurus dengan baik, maka apatisme sebagian kecil orang seperti itu tidak bisa dihindarkan. Oleh karena itu Kemenpar bekerja cepat tanpa harus berteriak yang hanya menciptakan polemik.

Penetapan Perpres Badan Otorita DPN Danau Toba, dan Perpres Percepatan Pembangunan Infrastruktur Danau Toba rencananya Triwulan I tahun 2016 ini selesai, paling lambat Maret.

Kemenpar sendiri sudah membentuk shadow management, tim yang mengurus detail 10 top destinasi dan sudah mulai bekerja. Tim ini diketuai Hiramsyah, dan setiap satu destinasi ada satu orang yang concern. Destinasi Danau Toba Rino Wicaksono, Tanjung Kelayang Fandi Wijaya, Tanjung Lesung Ida Irawati, Kepulauan Seribu dan Kota Tua Budi Faisal.

Kemudian Borobudur Larasati, Bromo Tengger Semeru AS Harsawardhana, Mandalika Taufan Rahmadi, Labuan Bajo Shana Fatina, Wakatobi Ari Prasetyo dan Morotai Ari Suhendro.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo