GATRANEWS  | BOLA | CARSPLUS |

Peserta IYD 2016 di Manado Sajikan Kemajemukan Indonesia   

06 October 2016
Iluastrasi : Pelabuhan Manado menjadi Pelabuhan Pariwisata (GATRAnews/Adi Wijaya/adi3)
Manado, GATRAnews — Beragam kebudayan daerah tersaji saat Orang Muda Katolik (OMK) merayakan Indonesian Youth Day (IYD) Sulawesi Utara, Selasa (4/10). Peserta yang datang dari penjuru Tanah Air tampil dengan khasanah budayanya masing-masing saat berpawai mengitari jalan-jalan utama di Kota Manado. 

Sebanyak 2.192 muda-mudi umat Katolik dari 38 keuskupan larut dalam perayaan OMK tingkat nasional tersebut. Salah satu rombongan berasal dari negara tetangga Malaysia yaitu Keuskupan Kinabalu. Setelah datang sejak pekan lalu, dalam puncak kegiatan perwakilan keuskupan menampilkan keragaman budaya masing-masing daerah.

Mereka mengenakan baju  adat dan berbaur dengan warga Manado. Tak lupa juga peserta menyelinginya dengan tarian tradisional yang disambut antusias masyarakat. 

Karnaval itu berakhir di Stadion Klabat Manado. Di lokasi terbuka ini, peserta IYD baik dari luar daerah maupun tuan rumah menggelar misa yang dipimpin Uskup Manado Mgr Joseph Suatan MSC. Para Uskup se-Indonesia juga hadir dalam ibadah agung tersebut, termasuk Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr Antonio Guido Filipazzi dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey. 

Ketua Panitia IYD 2016 Pst John Montolalu mengatakan peserta sudah tiba di Manado sejak 1 Oktober. Selama beberapa hari ribuan kaum muda Katolik live in atau nginap di rumah-rumah umat.

Tak hanya dengan keluarga Katolik, mereka juga diterima oleh yang berdenominasi Protestan bahkan keluarga Muslim. “Peserta diharapkan mampu memahami pesan yang diusung dalam IYD yakni gembira dengan perbedaan, mereka mengalami suka-duka dengan umat hingga ‘mukjizat di Kana’ bisa terjadi,” ujar Pst John menyiratkan mujizat pertama Yesus dalam kisah Alkitab. 

Orang muda memiliki arti penting bagi gereja Katolik. Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Pius Riana Prapdi menjelaskan generasi muda identik dengan perubahan. “Mereka eksploratif, kritis, tanggap dengan situasi dengan gayanya yang muda dan bisa menjadi agen perubahan. OMK sudah dianggap sebagai jantung organisasi gereja,” kata Mgr Pius. 

Menurut dia kegiatan IYD menjadi ajang berbagi dan belajar untuk peserta. Orang muda Katolik mendapat kesempatan bertemu dengan berbagai kemajemukan Indonesia. Mereka bisa belajar untuk mengenal berbagai budaya di luar daerahnya sekaligus mempelajari masalah-masalah sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Ini mendorong OMK sebagai agen perubahan bagi gereja yang terus membaharui diri atau semper reformanda. “Ini adalah jalan perjumpaan dengan Kristus, menghayati iman dan membawa kabar kehidupan bahwa di Indonesia perbedaan merupakan rahmat Tuhan,” ujarnya. 

Uskup Manado Mgr Suatan menyambut gembira kedatangan ribuan OMK di wilayah pelayanannya. Kata Suatan, selain berefleksi iman OMK juga bisa menikmati keindahan alam Sulawesi Utara dengan berbagai objek wisata relijius seperti Bukit Kasih di Kanonang Minahasa dan patung Yesus Memberkati di dataran tinggi Manado. “Kehadiran OMK akan menyebar sukacita,” timpalnya. 

IYD 2016 telah dimulai awal tahun ini dengan arak-arakkan Salib dari Kevikepan Palu Sulawesi Tenggara, melalui Provinsi Gorontalo dan masuk ke Manado. Selama diarak, Salib IYD menyinggahi berbagai kota, berbagai paroki, rumah-rumah ibadah lintas denominasi termasuk lintas agama. Salib itu menjadi lambang pembebasan untuk umat.

Pada hari-hari terakhir pelaksanaan hingga 6 Oktober, OMK akan berkumpul di Pineleng Minahasa sambil menerima materi pencerahan dari para Uskup. Berbagai kegiatan khas orang muda juga digelar, kata panitia.
Reporter: Ady Putong
Editor: Nur Hidayat