GATRANEWS  | BOLA | CARSPLUS |

Wisatawan Indonesia Tertinggi Lakukan Booking Via Ponsel

15 November 2017
Ilustrasi. (Pixabay/FT02)

Jakarta, gatra.com - Pelancong atau wisatawan Indonesia menduduki peringkat pertama di dunia dalam pemesanan (booking) perjalanan secara online melalui telepon selular (ponsel). Sebanyak 68% pelancong memesan perjalanannya melalui ponsel. Angka ini tertinggi di seluruh dunia.


"Indonesia berada di urutan teratas secara global melakukan pemesanan perjalanan secara onlien melalui ponsel," demikian hasil survei yang dirilis Travelport di Jakarta, Selasa (14/11).

Managing Director Asia Pacific Travelport, Mark Meehan, menyampaikan, angka tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya melibatkan 11.000 responden terkait penggunaan alat digital dalam merencanakan, memesan, dan melakukan perjalanan.

Survei dilakukan secara online terhadap wisatawan global pada Agustus 2017 dari 19 negara yang tahun sebelumnya melakukan minimal satu kali perjalanan pulang-pergi menggunakan moda transportasi udara.

Adapun 19 negara asal wisawatan yang menjadi responden adalah Australia, Brazil, Kanada, China, Kolombia, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Spanyol, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).

Wisatawan asal Indonesia juga menempati peringkat ketiga dalam kategori wisatawan digital (digital traveler) berdasarkan penggunaan berbagai perangkat yang terhubung secara online, teknologi mobile dan digital. Adapun posisi pertamanya adalah India disusul China di peringkat kedua.

"Laporan kami tersebut mencakup peringkat wisatawan digital, di mana India, China, dan Indonesia berada di puncak klasemen sebagai negara dengan pelancong paling bergantung pada alat digital di seluruh dunia. Peringkat tersebut berdasarkan pada kombinasi indiktor utama penggunaan alat digital oleh wisatawan di setiap negara," katanya.

Dimulai dari perencanaan, wisawatan Indonesia menyukai kegiatan penelitian untuk membuat rencana perjalanan. Dalam prosesnya, sebanyak 93% menggunakan referensi video dan foto dari media sosial. Angka ini di atas rata-rata Asia Pasifik yang hanya sebesar 76%.

"Sebesar 71% menggunakan pencarian suara. Ini kedua setelah China sebesar 72%. Sebanyak 84% masih lebih memilih untuk berkonsultasi dengan agen perjalanan profesional," ujarnya.

Kemudian, saat memesan untuk perjalanan, sebanyak 68% wisatawan Indonesia melakukannya melalui smart phone. Angka ini tertinggi di seluruh dunia. Adapun 43% mereka merasa frustasi karena harus memesan elemen-elemen perjalanan secara terpisah.

Masih menurut hasil survai Travelport, saat perjalan pun wisawatan Indonesia sangat digital minded. Pasalnya, sebesar 80% mengatakan bahwa boarding pass digital dan e-ticket menjadikan perjalanan lebih mudah dan 84% menilai penting untuk tetap dapat berhubungan atau melakukan kontak saat bepergian.

"Temuan ini menunjukkan pentingnya alat digital bagi wisatawan sepanjang perjalanan mereka. Kami mengidentifikasi adanya kebutuhan bagi industri perjalanan dan perhotelan global senilai US$ 7,6 trilyun. Ini untuk beradaptasi secara terus menerus untuk memberikan layanan yang responsif, relevan, dan tepat waktu bagi pelanggan," ujar Mark.

Menurutnya, sektor pariwisata Indonesia sendiri mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 25,68% sepanjang tahun 2017. Pertumbuhan ini melampaui kasawasan Asia Pasifik dan pasar negara berkembang lainnya.

Penyedia layanan perjalanan tetap relevan, memberikan alat dan konten digital tepat waktu yang merupakan sarana penting untuk menjangkau dan memuaskan wisatawan Indonesia mulai dari mereka melakukan penelitian sampai kembali dari perjalanan.

"Sebagai perusahaan teknologi dan pemimpin dunia dalam digital dan mobile, platform travel niaga perjalanan Travelport siap mendukung pertumbuhan digital industri di Indonesia," ujar Mark.


Reporter: Iwan Sutiawan