GATRANEWS  | BOLA | CARSPLUS |

Merayakan Hari Kopi di Malioboro

04 October 2017
[15:50, 10/4/2017] Rosyid: Seorang barista meracik kopi yang akan dibagikan gratis pada ribuan penikmat kopi di Malioboro Coffee Night. (gatrafoto/Arif Koes H/AK9)

Yogyakarta, gatracom - Senin (2/10) malam, sekitar enam ribu orang rela berjubel memenuhi pedestrian Malioboro. Tujuan ribuan orang itu cuma satu: secangkir kopi gratis dari lapak penjaja kopi hasil racikan para barista keren.



Sepuluh ribu cangkir kopi pun tandas kurang dari lima jam seperti rencana di ajang Malioboro Coffee Night. Acara yang baru pertama digelar ini menarik perhatian para pengunjung untuk memadati kawasan Malioboro. Kemacetan tak terelakkan hingga menjelang tengah malam di ikon utama wisata sekaligus jantung Kota Yogyakarta itu.

“Saya harus berdesak-desakan untuk mendapat kopi gratis. Meski harus susah payah, saya dapat kopi dengan campuran santan yang rasanya manis. Kopi ini rasanya seimbang dengan perjuangan saya,” kata Dody Arikristanto, mahasiswa asal Lombok yang malam itu datang bersama temannya, seraya tergelak.

Menurut Dody, gaung acara ini heboh di media sosial. Karena ingin merasakan sensasi ngopi bersama ribuan orang di Malioboro sampai dini hari, Dody pun datang dan harus beradu fisik dan keringat demi secangkir kopi cuma-cuma.

Winda Rahmawati, warga Surabaya, justru kaget dengan antusiasme ribuan orang yang tumpah ruah di Malioboro. Winda yang bermaksud pulang malam itu usai liburan mesti menunda rencananya.

“Kapan lagi saya bisa mendapat kopi gratis di Malioboro. Ini kenangan yang tidak bisa saya lupakan karena di Surabaya jarang ada seperti ini,” celetuknya.

Namun Winda meminta panitia memperluas tempat acara, sebab jarak antarlapak sangat dekat sehingga menyulitkan orang-orang mendapat kopi.

Menurut Yuniar, pemilik lapak The Bikers Kopi Jogja, ajang ini mampu meningkatkan promosi kopi Indonesia pada masyarakat lokal.

Untuk acara ini, Yuniar menyediakan 15 kilogram kopi yang didatangkan khusus dari Banyuwangi, Jawa Timur.

Malioboro Coffee Night digelar semalam suntuk sejak jam 22.00 2 Oktober hingga 3 Oktober jam 06.00. Rencana menggelar acara selama dua malam, seperti diberitakan sebelumnya, dibatalkan.

Pesta kopi ini menghadirkan 50 lapak pengusaha kopi se-Nusantara. Kreator Malioboro Coffee Night Anggi Mas menjelaskan agar pengunjung mudah mendapat kopi, panitia meminta tiap lapak menyediakan dua ribu cangkir per jam.

“Kami targetkan seluruh pengunjung mendapat jatah. Selain itu, untuk memudahkan para barista, kami membagi jadwal pembagian layanan sesuai jam genap-ganjil,” ujar Anggi.

Anggi menceritakan acara ini pengembangan dari Prawirotaman Coffee Night yang digelar tiap malam 17 Agustust. Karena selalu ramai, ajang ini dibawa ke Malioboro bertepatan dengan HUT ke-261 Kota Yogyakarta dan Hari Kopi Dunia pada 1 Oktober.

“Para tenant berasal dari Jakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, Yogyakarta menyambut ajang ini karena ini promosi mengenalkan industri kopi Indonesia,” kata nya.

Produk kopi lokal DI Yogyakarta seperti kopi dari lereng Merapi, Sleman, dan lereng Menoreh, Kulonprogo, juga dipopulerkan.

Untuk menghibur para penikmat kopi, komunitas musik angklung Malioboro tampil, selain pertunjukan seniman sketsa wajah.

Setelah begadang ngopi semalaman, pagi harinya, Selasa (3/10), Paguyuban Pusat Kuliner Gudeg Wijilan mengajak pengunjung sarapan bersama dengan menu gudeg dan pecel. Sebanyak seribu pincuk masakan khas Yogyakarta itu juga ludes disantap seketika.

Melihat kemeriahan ini, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Purwadi berencana menjadikan acara ngopi bareng sebagai agenda tahunan Malioboro.





Reporter: Arif Koes Hernawan
Editor: Rosyid