GATRANEWS  | BOLA | CARSPLUS |

Menikmati Indahnya Taman Bunga di Kaki Gunung Slamet

15 August 2017
Pengunjung melakukan swafoto di salah satu spot cinta Taman Bunga Kutabawa. (Dok Dinkominfo/AK9)

Purwokerto, GATRAnews – Wisata Taman Bunga Kutabawa Flower Garden yang berlokasi di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja tiba-tiba menjadi viral di berbagai lini massa. Padahal, taman bunga ini ternyata masih dibawah 50 persen tahap pengerjaannya. Namun, lantaran keindahannya yang kontras dengan panorama alam pegunungan, taman bunga ini diminati wisatawan, terutama remaja.

 

Kebanyakan pengunjung melakukan swafoto di taman bunga yang memiliki beragam jenis bunga. Tak hanya wisatawan lokal, pengunjung yang berasal dari luar daerah. “Banyak juga pengunjung dari Banjarnegara atau luar Purwokerto dan Purbalingga,” jelas perancang taman Kutabawa Flower Garden, Sutarno.

 

Dia mengemukakan, di taman itu ada 18 jenis bunga yang ditanam. Beberapa bibitnya didapatkan dari Bandung. Sementara, lainnya adalah bunga-bunga lokal yang sudah dikenal keindahan dan aromanya yang harum. “Disini ada 18 macam bunga yang beberapa bibitnya didapatkan dari Bandung,” ujarnya, Minggu (13/8).

 

Tarno mengakui, Kutabawa Flower Garden masih dalam tahap pembangunan sehingga tak seluruh falisitas untuk pengunjung tersedia. Itu sebabnya, pihaknya mengebut proses pengembangan taman ini agar cepat terbangun sesuai dengan desain awal.

 

 “Sebenarnya taman bunga ini belum selesai 100 persen, karena masih ada kekurangan dari taman bunga ini,” ujarnya.

 

Tarno menjelaskan, sebagai perancang taman, dia merasa tertantang untuk membuat sebuah taman bunga yang memiliki luasan terbatas, namun tetap cantik. Itu sebab, tata letak taman bungan dan kolam disesuaikan dengan lahan yang ada. Dibutuhkan kejelian dalam merancangnya.

 

Tarno bercerita, Kutabawa Flower Garden itu terinspirasi dari beberapa taman bungan, baik lokal maupun di Bandung. Terbukti, animo masyarakat pada objek wisata yang baru dibuka ini sudah amat tinggi. Hal itu bisa dilihat dari pemasukan tiket yang hanya Rp5000 per orang.

 

Di hari-hari biasa, kata Tarno, pendapatan minimal dari tiket ini mencapai Rp2 juta. Sementara, pada akhir pekan, angka ini melonjak hingga Rp8 juta per hari. “Dari tiket sendiri sudah keliatan, penjualannya minimal bisa mencapai 2 juta itu hari biasa kalau hari minggu minimal ya 8 juta kami dapat dari penjualan tiket,” imbuhnya.

 


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Rosyid