GATRANEWS  | BOLA | CARSPLUS |

Kunjungan Wisata Bukit Sikunir Menurun Akibat Letusan Kawah Sileri

22 July 2017
Bukit Sikunir Desa Sembungan Kecamatan Kejajar, Wonosobo. (GATRAnews/Ridlo Susanto/HR02)

Wonosobo, GATRAnews – Letusan Kawah Sileri Desa Kepakisan Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara pada Minggu (2/7) lalu menyebabkan penurunan minat kunjungan wisata ke Bukit Sikunir, Desa Sembungan Kecamatan Kejajar, Wonosobo. Hal itu bisa dilihat dari menurunnnya jumlah kunjungan harian.

Pengelola Kawasan Wisata Bukit Sikunir, Bukhori mengatakan periode Juli hingga Agustus merupakan puncak kunjungan, dengan rata-rata kunjungan harian 200 orang. Sementara, pada akhir pekan kunjungan mencapai 500-1000 orang. Namun, saat ini kunjungan menurun 20 persen.

Padahal, kata Bukhori, objek wisata Bukit Sikunir berada cukup jauh, sekitar 9 kilometer dari kawah Sileri. Dia menjamin bahwa Bukit Sikunir aman dikunjungi.

“Objek wisata lain di Dataran Tinggi Dieng tetap aman dikunjungi. Hanya Kawah Sileri yang masih ditutup,” tandasnya, Sabtu (22/7).

Bukhori mengemukakan, letusan Kawah Sileri  juga berdampak pada tingkat hunian penginapan (homestay) yang ada di Desa Sembungan. Wisatawan yang menginap cenderung menyusut dan tak sebanyak hari-hari pada periode sebelumnya.

Bahkan, kata dia, meski gelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2017 tinggal dua pekan lagi, tingkat pesanan pada DCF 2017 antara 4-6 Agustus mendatang masih tersisa 40 persen. Pada tahun-tahun sebelumnya, homestay penuh sebulan sebelum DCF digelar.

“Sekarang baru dipesan 60 persen. Masih ada sisa. Jadi ya monggo kalau ada yang mau memesan. Masih ada tempat,” jelasnya.

Meski demikian, Bukhori mengaku tetap optimis tingkat hunian peninapan di Desa Sembungan akan penuh 100 persen. Dia membandingkan dengan pengalaman event tahun-tahun sebelumnya yang pengunjungnya justru melebihi kapasitas homestay di Sembungan. “Paguyuban mengelola 30 homestay. Di luar itu juga masih ada penginapan perorangan,” ujarnya.



Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Rosyid