GATRANEWS  | BOLA | CARSPLUS |

Jumlah Kunjungan Wisman Prancis ke Indonesia Telah Kalahkan Thailand

14 January 2018

Suasana di Pantai Kuta, Bali. (Antara/Wira Suryantala/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Strategi pemasaran dan promosi yang dijalankan ke negara-negara Eropa, termasuk Prancis, sukses besar. Data terbaru dari Visit Indonesia Tourism Office (VITO) Prancis menyebutkan, tingkat kunjungan wisman Prancis ke Bali menempati peringkat ke tujuh dari sejumlah negara.

 

Selama 2017, jumlah kunjungan wisman Prancis mencapai 162.288 wisman. Lebih besar dari angka di 2016 yang berjumlah 147.413 wisman.“Peningkatanya sebesar 10,09 persen,” ujar Eka Moncare selaku perwakilan VITO Prancis.

 

Tak heran, destinasi ini sukses membuat jumlah total kunjungan wisman Prancis ke Indonesia telah mengalahkan Thailand.

 

Faktor apa saja yang mempengaruhi peningkatan kunjungan wisman Prancis ke Bali? Soal ini Eka punya jawaban. Pertama adalah popularitas Bali yang memang menjadi favorit wisatawan Prancis.

 

Masyarakat Prancis dikatakannya sangat menyukai kultur dan budaya. Dan Bali memiliki semua itu dan menawarkannya kepada wisman Prancis secara lengkap. Bali, menurut Eka, sangatlah unik. Bahwa meskipun menjadi tujuan wisatawan dunia, namun kekuatan tradisionalnya masih sangat terjaga.

 

“Hal tersebut ditunjang dengan penerbangan langsung (direct flight) dari Paris ke Bali yang menjadi salah satu faktor sukses kunjungan wisman Prancis,”  kata Eka. Selain itu “hospitality” masyarakat dan industri di Bali sudah sangat baik.

 

Bali dipromosikan sejak awal dan sampai sekarang. Mereka selalu siap untuk promosi dibandingkan daerah lain. Banyak brosur dan artikel tentang Bali. “Semua itu membuat Bali semakin mudah dijual dan menarik wisatawan,” kata Eka.

 

Belum lagi strategi promosi yang dijalankan Kementerian Pariwisata dan VITO Prancis sendiri. Bahwa setiap saat sepanjang 2017, VITO Prancis memberikan presentasi dan training ke Tour Operator (TO)/ Travel Agent (TA) tentang Indonesia.

 

VITO Prancis juga memiliki office open to public yang buka setiap Senin hingga Jumat. Dimana orang bisa datang untuk bertanya dan berdiskusi langsung untuk mempersipakan trip mereka ke Indonesia. “Dan orang Prancis senang jika ada assistant tourism office yang membuat mereka penuh confidence untuk travelling ke Indonesia,” jelasnya.

 

Pertanyaan-pertanyaan melalui email atau sosial media juga direspons secara cepat dan lengkap mengenai destinasi di Indonesia. VITO Perancis mengeluarkan newsletter setiap bulan dikirim ke media dan partner agents untuk update informasi apa saja hal yang baru dari Indonesia.

 

Lebih lanjut Eka mengatakan, kedepannya VITO Prancis akan semakin kuat dalam mempromosikan Bali. Berbagai langkah akan dilakukan. Mulai dari memperbanyak event-event Busines to Costumer (BtoC). Dikatakan Eka, B to C sangat baik untuk menciptakan demand.

 

Selain itu juga memperkuat hubungan dengan partner di Prancis dan melakukan media famtrip. Juga yang tak kalah penting, mempromosikan Indonesia lewat gastronomi, massage dan spa. Event-event gastronomi dan massage akan sangat efektif untuk memperkenalkan Indonesia di publik Prancis.

 

“Dan Prancis adalah pasar potensial. Pengeluaran wisman Prancis rata-rata mencapai US$ 110 per hari dengan lama tinggal rata-rata 15 hari,” ujarnya.

 

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik meningkatnya kunjungan wisman Prancis ke Indonesia. Ia mengatakan Prancis merupakan salah satu negara penyumbang wisatawan terbesar dari Eropa ke Indonesia.

 

“Rata-rata kunjungan mereka itu ke Bali 40 persen, Jakarta 30 persen, Kepulauan Riau 20 persen, dan 10 persen sisanya di wilayah lain,” pungkas Menpar.


 

Editor : Flora L.Y. Barus