GATRANEWS  | BOLA | CARSPLUS |

Bunga Bangkai Tertinggi di Dunia Sedang Mekar di Bengkulu

11 Oktober 2016
Amorphophallus Titanum di Kebun Raya Cibodas, Cianjur setinggi 3,735 meter Maret 2016(GATRA/dok.Kebun Raya Cibodas/re1)
Amorphophallus Titanum di Kebun Raya Cibodas, Cianjur setinggi 3,735 meter Maret 2016(GATRA/dok.Kebun Raya Cibodas/re1)

Bengkulu, GATRANews - Pesona bunga raksasa amorphophallus gigas atau biasa disebut bunga bangkai sepertinya tak pernah sirna. Pada Senin (10/10/16), ratusan wisatawan domestik memadati area penangkaran bunga langka di Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu menyaksikan sang bunga raksasa dengan tinggi menjulang 4 meter yang kebetulan sedang mekar. 

 

Amorphophallus gigas bukan bunga yang mekar setiap saat seperti bunga lain. Dia bisa datang tanpa ijin dari pemilik, karena itu ketika mekar orang ramai berdatangan ke pusat penangkaran milik warga desa Tebat Monok bernama Holidin, yang berjarak sekitar 40 kilometer dari kota Bengkulu. 

 

"Sejak informasi bunga mekar menyebar, termasuk media massa, pengunjung terus berdatangan," kata Holidin, pada Antara. 


Ia mengatakan bunga amorphophallus gigas merupakan satu dari empat jenis bunga bangkai atau dalam bahasa lokal disebut bunga kibut yang ditangkarnya di areal seluas kurang tiga hektare itu.


Dari empat jenis bunga bangkai yang ditangkar di lokasi yang berada di sisi Hutan Lindung Bukit Daun itu, jenis gigas cukup unik karena menjadi pemecah rekor bunga tertinggi di dunia.
 

[Baca Juga: Bunga Bangkai setinggi 4 Meter Mekar di Kebun Warga Bengkulu]

 
"Kelopak bunga mulai membuka pada Senin (10/10) sore dan kami perkirakan mekar sempurna besok (11/10)," ucapnya.
 
"Bunga ini masih bisa disaksikan hingga tiga hari ke depan," ujar Holidin.
 
Bunga bangkai jenis amorphophallus gigas hasil penangkaran pertama kali mekar pada 2013. Selain jenis gigas, di lokasi tersebut juga ditangkar amorphophallus titanum, amorphophallus variabilis, dan amorphophallus paeonifolius.
 

Area penangkaran yang berada di jalan lintas Kota Bengkulu-Kepahiang tersebut terbuka untuk umum tanpa mengenakan retribusi. Namun, pihaknya menyediakan kotak sumbangan di mana dana yang terkumpul akan digunakan untuk merawat area penangkaran.
 

[Baca juga: Rafflesia Arnoldii Mekar di Hutan Bengkulu]

  
Romel, salah seorang pengunjung asal Kota Bengkulu mengatakan kagum dan beruntung dapat menyaksikan langsung bunga tertinggi di dunia di lokasi penangkaran itu.

"Kami mengapresiasi keluarga Holidin yang telah melestarikan bunga langka khas hutan Sumatera," katanya.

Sudah selayaknya, menurut Romel, pemerintah daerah memberikan apresiasi yang setimpal atas usaha Holidin dalam pelestarian bunga langka itu.

Editor: Dani Hamdani