GATRANEWS  | BOLA | CARSPLUS |

Selama 2016, Enam Kawasan Geopark Sumbang Devisa Rp 3,5 Triliun

21 January 2017

Yogyakarta, GATRAnews - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat selama 2016, enam goepark di Indonesia menyumbang devisa ke negara sebanyak Rp 3,5 triliun. ESDM menargetkan 20 kawasan lainnya akan menjadi goepark berskala nasional.

 

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Ego Syahrial menjelaskan pendapatan itu adalah hasil dari kunjungan wisatawan hingga akhir tahun. Data nasional menunjukkan, tingkat kunjungan wisatawan ke geopark mencapai 624.493 untuk pelancong domestik dan 642.000  orang  kunjungan  mancanegara.

 

“Data ini kita dapatkan dari empat kawasan geopark nasional, yaitu Kaldera Toba, Merangin Jambi, Ciletuh-Pelabuhan Ratu, dan Rinjani.  Kemudian dari dua kawasan geopark global di Gunung Batur, Bali, dan pegunungan Seribu yang terbentang di tiga kabupaten selatan Jawa,” jelas Ego sesaat sebelum rapat kordinasi pengembangan geopark di Yogyakarta, Jumat (20/1/17).

 

Rapat kordinasi yang  dilaksanakan sampai hari ini, Sabtu (21/117), menurut Ego, bertujuan menyelaraskan program kementerian terkait dengan pemerintah daerah untuk memaksimalkan manfaat geopark.

 

Saat ini Indonesia termasuk 40 negara yang memiliki goepark. Dari 120 kawasan geopark yang ada, khusus Asia Tenggara hanya ada empat geopark berskala nasional, dimana dua dimiliki Indonesia dan dua lainnya berada di Malaysia serta Vietnam.

 

"Selama ini keberadaan geoparkan lebih banyak dimanfaatkan sebatas pada penambangan dan kegiatan wisata alam. Ke depan, Kementrian ESDM akan meresmikan 20 titik kawasan geopark lagi berkala nasional,” lanjut Ego.

 

General Manager Goepark Gunung Sewu yang meliputi Gunungkidul (DI Yogyakarta), Wonogiri (Jawa Tengah), dan Pacitan (Jawa Timur), Budi Martono menyatakan bahwa masih terjadi ketimpangan dalam hal pariwisata.

 

“Pengembangan geopark menjadi kawasan pariwisata di Gunungkidul lebih maju dibandingkan dengan dua kabupaten lainnya. Kondisi ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat untuk mengelola geopark menjadi kawasan wisata sudah ada,” jelasnya.

 

Selama ini geopark yang berada di selatan Jawa ini lebih banyak ditambang, tapi saat ini pihaknya sudah melakukan pemetaan mana kawasan yang boleh dan tidak untuk dilakukan penambangan.

 

Budi menambahkan agar kawasan Gunung Sewu bisa berkembang menjadi tujuan wisatawan, diperlukan kebersamaan, pengertian dan pemahaman yang sama serta ada komunikasi yang baik antar masyarakat di tiga kabupaten.

 

“Saya rasa komunikasi yang terjadi tidak akan menemuk kendala berarti, sebab ada kesamaan kultur masyarakat di tiga kabupaten tersebut,” pungkas Budi.


Reporter: Arif Koes

Editor: Dani Hamdani