GATRANEWS  | BOLA | CARSPLUS |

Mendesain Digital Market Place, Benchmarking Australia

11 Mei 2016
Menteri Pariwisata Arief Yahya(GATRAnews/Erry Sudiyanto/re1)

Sydney, GATRAnews – Satu terobosan lagi, Menteri Pariwisata Arief Yahya bakal membawa gerbong Kementerian Pariwisata RI melompat menuju target super optimistic 20 juta di tahun 2019. Go Digital! Betuknya: Digital Market Place! Itulah satu program yang akan merevolusi marketing pariwisata Indonesia selama ini. Itu pula mengapa memilih Sydney, Australia sebagai tempat menimba pengalaman.


“Saya ingin saat HUT RI ke-71, tanggal 17 Agustus 2016, Platform Digital Market Place pariwisata ini sempurna untuk diluncurkan! Saya ingin, setahun kemudian, 2017, Wonderful Indonesia naik panggung sebagai the best digital marketing in the world. Saya ingin membuktikan bahwa More Digital More Global,” kata Arief Yahya, Selasa (3/5).

Dalam dunia digital, salip menyalip teknologi aplikasi, kejar mengejar kecepatan komunikasi data, kompetisi menyediakan content terbaik adalah habitat Arief Yahya bertahun-tahun selama berkarier di sektor telekomunikasi. Karena itu dia sangat confidence, bahwa semakin digital semakin personal, semakin digital semakin global, semakin digital semakin professional.


“Akan saya buktikan penggunaan digital itu akan membuat pariwisata Indonesia melompat lebih tinggi,” ungkap Menpar.

Memang tidak gampang, menjelaskan pada orang-orang “gatal” alias gagap digital tentang bagaimana digital itu berkerja. Ada pihak yang masih “loading” dengan kata-kata “Makin Digital, Makin Personal, Makin Global?”

Sebaliknya, digital juga bisa global, mendunia, menyentuh semua orang di muka bumi. Contohnya permainan Angry Birds, dari semua level, di semua negara, mereka sama-sama suka dengan permainan itu.

Di Negeri Kanguru itu, Menpar Arief Yahya didampingi Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana, Stafsus Bidang IT Samsriyono dan Konjen RI di Sydney, Yayah G. Mulyana itu menyaksikan Wonderful Indonesia Festival dan Travel Fair 2016 di Darling Harbour, 30 April dan 1 Mei 2016.

 

Lalu bertemu dengan Minister of Tourism and International, Senator the Honorary Richard Colbeck, di Qantas Chairmans Lounge, Badara Kingsford Smith, Sydney.

“Kami tawarkan beberapa konsep dan mereka sangat senang. Dan, kami juga minta izin untuk belajar platform digital Travel X-change Austalia (TXA) yang sudah diterapkan di Australia,” kata Arief Yahya.

“Dengan senang hati, silakan ditindaklanjuti. Kami tertarik untuk membuat paket joint marketing untuk pasar Timur Tengah dan China, ke dua destinasi Indonesia-Australia,” jawab Richard Colbeck.

Pertemuan demi pertemuan dilakukan, baik dengan Kementerian Pariwisata Australia di Canberra, lalu Australia Tourism Data Warehouse (ATDW), South Australian Commision (SATC) dan Tourism Exchange Australia (TXA) yang juga dikenal dengan V3 itu di Novotel Harbour Darling, Sydney.


Reporter: Wanto
Editor: Arief Prasetyo