GATRANEWS  | BOLA | CARSPLUS |

Wonderful Indonesia Melangit di Putrajaya Malaysia

10 March 2016

Putrajaya, GATRAnews – Kementerian Pariwisata menggunakan langit untuk mempopulerkan branding Wonderful Indonesia. Seperti yang dilakukan Kemenpar di The Putrajaya International Hot Air Ballon Fiesta di Malaysia, 11-13 Maret 2016. Lebih dari 300 ribu pengunjung akan melihat branding bercorak Cenderawasih warna warni itu yang datang ke sana.


“Promosi di acara seperti itu akan punya dampak yang luas. Ada 11 negara yang ikut serta,” papar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara. Kemenpar, I Gde Pitana, Selasa (8/3).

Kemudahan akses membuat agenda tahunan itu tak pernah sepi dari pengunjung. Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara, Rizki Handayani menjelaskan, tahun lalu saja pengunjung yang menonton parade balon udara itu lebih dari 300 ribu orang.

Perkiraan Rizky, tahun ini akan lebih dahsyat lagi karena akan disisipi night glow, parade cahaya dari balon yang dipanaskan. Atraksinya akan terlihat seperti kembang api.

 “Tahun lalu ada 12.000 gambar yang diunggah ke instagram. Sekitar tiga juta pasang mata membaca beritanya di media massa. Ini peluang besar untuk memasarkan destinasi wisata Indonesia,” terang Rizki.

Jurus pemikat pun langsung disiapkan. Untuk The Putrajaya International Hot Air Ballon Fiesta, Wonderful Indonesia akan dibangun dengan konsep tradisional Minangkabau. Keunikan dan kemahsyuran gaya Rumah Gadang akan menjadi tema arsitektur paviliun.

Konsep ini diyakini akan sangat mengena lantaran banyak orang Minang yang migrasi ke Negeri Sembilan, Johor Baru dan bagian lain di wilayah Malaysia.

Tema Minangkabau, selain memiliki kedekatan budaya dengan budaya Malaysia juga dapat menjadikan wawasan bagi penduduk Malaysia mengenai asal budaya Minang.

“Temanya Pop of Paradise. Di balon udara akan terpampang brand Wonderful Indonesia. Sementara di daratnya, kami akan menyajikan konser musik, pertunjukan tari, pameran destinasi wisata serta promosi makanan, minuman dan produk,” ungkap Rizki.


Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, Malaysia itu ibarat "benci tapi rindu". Di satu sisi, ada persaingan sebagai sesama negara ASEAN yang punya geografis yang berdampingan. Di sisi lain, mereka adalah pasar potensial yang memiliki kedekatan hubungan dan cultural.


Reporter: Wanto
Editor: Arief Prasetyo