GATRANEWS  | BOLA | CARSPLUS |

Lombok Jadi Wakil Indonesia dalam Kompetensi Pariwisata Halal Dunia

30 November 2016
Salah satu tujuan wisata Lombok, gugusan Pantai Kuta Tanjung AN, Lombok Tengah (GATRAnews/Hernawardi)

Mataram, GATRAnews-—Kompetisi World Halal Travel Award (WHTA) yang berpusat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) kembali di selenggarakan dan mengumumkan pemenangnya pada 7 Desember 2016. Kali in ipun, Lombok kembali mewakili Indonesia di tiga kategori destinasi, dari 16 kategori yang dilombakan. Banyaknya peserta dari berbagai belahan dunia yang mengikuti lomba tahun ini, dimana masing-masing kategori diikuti sekitar 40 destinasi.

Pada tahun sebelumnya (2015) masing-masing kategori hanya diikuti sekitar 8 hingga 10 destinasi saja. Maka pihak panitia akhirnya memutuskan membagi penilaian lomba ini menjadi dua tahap. “Ada kabar gembira. Untuk penilaian lomba tahap pertama melalui voting tanggal 24 Oktober hingga 7 November 2016, ketiga nominator dari Lombok, yakni Hotel Novotel Lombok dalam kategori world best halal beach resort, kemudian Lembah Sembalun sebagai world best honeymoon destination dan website www.wonderfulllomboksumbawa sebagai world best halal tourism website. Alhamdulillah, ketiganya berhasil masuk nominasi tahap kedua,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, HL Moh. Faozal, Selasa (29/11) di Mataram.

Sama seperti tahap pertama lanjut Faozal, untuk penilaian kompetisi WHTA tahap kedua ini juga dilakukan melalui voting, yang telah mulai berjalan sejak hari ini (kemarin, red), hingga tiga minggu kedepan, 25 November 2016. Voting tahap kedua ini, masing-masing kategori akan bersaing ketat dengan 4 destinasi lainnya dari berbagai belahan dunia.

“Untuk memenangkan kembali Lombok sebagai destinasi bulan madu halal terbaik dunia yang pernah kita raih tahun lalu. Dan kini ditambah dua kategori lagi, yakni hotel halal terbaik dunia, dalam hal ini diwakili Hotel Novotel Lombok, dan website destinasi halal terbaik dunia, yakni www.wonderfulllomboksumbawa, maka sektor kepariwisataan Lombok Sumbawa membutuhkan dukungan segenap masyarakat NTB untuk melakukan voting. Kita masih punya waktu hingga tiga minggu kedepan,” pinta Faozal.

Dari tiga kategori destinasi Lombok yang masuk tahap kedua papar Kadisbudpar, ada dua kategori destinasi yang akan bersaing ketat dengan destinasi dari Malaysia, yaitu untuk kategori destinasi bulan madu halal terbaik dunia, dan kategori hotel halal terbaik dunia. “Malaysia ini saingan berat kita. Jangan sampai kita kalah. Kita harus lakukan vote sebanyak-banyaknya untuk memenangkan Lombok sebagai destinasi halal terbaik dunia,” imbau Faozal.

Sementara Tim Pemenangan Vote Lombok, Lalu Hasanudin, pada kesempatan itu juga menguraikan berbagai strategi yang dilakukan pihaknya untuk memenangkan Lombok sebagai destinasi halal terbaik dunia di tiga kategori yang diikuti tahun ini. “Ada empat kelompok masyarakat yang menjadi sasaran kita untuk melakukan voting pada lomba tahap kedua ini. Pertama adalah kelompok pelajar SMP, SMA dan SMK se NTB, yang sekolahnya memiliki fasilitas multi media atau IT. Kelompok ini akan dihandle oleh Poltekpar Lombok,” tuturnya.

Kemudian sasaran kedua adalah kelompok perguruan tinggi, dimana ada 7 perguruan tinggi di NTB yang mahasiswa/mahasiswinya akan dilibatkan secara aktif untuk melakukan voting, yakni Poltekpar Lombok, IAIN Mataram, IKIP Mataram, Akpar Mataram, STMIK Bumi Gora, AMM dan beberapa Fakultas di Universitas Mataram.

Selanjutnya sasaran ketiga adalah kelompok pondok pesantren (Ponpes), yaitu Ponpes NW Pancor, Ponpes Nurul Hakim Kediri, Ponpes Islahudin Kediri, Ponpes Nurul Haramaian Narmada, Ponpes Al Aziziyah Kapek, dan Ponpes Kamarul Huda Bagu. Sasaran keempat yakni kelompok komunitas masyarakat, yang dalam hal ini akan dikelola oleh Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Lombok Sumbawa, sebuah komunitas bloger dengan anggota ratusan orang yang aktif menulis soal kepariwisataan NTB. “Satu lagi, kita juga menggandeng komunitas penulis di Kampung Media, bekerjasama dengan Dishukominfo NTB,” terang Hasan.

“Untuk memeriahkan, setiap hari minggu pagi kami juga akan menggelar acara “demo vote” pada kegiatan Car Free Day di Jalan Udayana Kota Mataram. Bekerjasama dengan PHRI NTB dan lainnya, maka kita juga telah menyiapkan sejumlag merchandise seperti voucher menginap gratis di hotel, t-shirt, dan lainnya,” beber Hasan.

Hal yang penting, kata Faozal, dengan masyarakat NTB banyak melakukan vote melalui perangkat Android maupun PC masing-masing, maka secara tidak langsung juga telah mempromosikan sektor kepariwisataan NTB di mata dunia.


Reporter: Hernawardi

Editor: Nur Hidayat