GATRANEWS  | BOLA | CARSPLUS |

Majukan Pariwisata, NTB Gandeng Pengusaha Cina

10 October 2016
Gubernur NTB,  Muhamad Zainul Majdi (kiri) menggandeng pengusaha Cina untuk pariwisata (GATRAnews/Hernawan)

Mataram, GATRAnews - Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Cina menggelar Forum Kerjasama Investasi dengan Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB). Forum ini diklaim merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya dalam upaya meningkatkan hubungan bilateral antara Pemerintah Cina dengan Pemerintah Indonesia, khususnya di Provinsi NTB. 

Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi MA, menjelaskan, wilayahnya memiliki tiga kawasan yang sedang dikembangkan, yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, KEK Samota (Saleh, Moyo, dan Tambora), dan Global Hub di KLU. “Sementara, untuk pendekatan bidang, Provinsi NTB, akan terus mengembangkan bidang pariwisata, agrikultur, pertambangan, dan bidang jasa,” kata Gubernur di Mataram, saat pelaksanaan kegiatan tersebut, Senin (10/10). 

Konjen RRC Hu Yin Quan melaporkan, Pemerintah Cina dan Pemerintah Indonesia sedang memasuki hubungan masa emas. Tidak hanya kalangan pemerintah tetapi juga rakyat. Menilik kehadiran Presiden Jokowi hadir pada acara Konferensi Tingkat Tinggi di Cina untuk memperluas kerja sama strategis dan membangun poros maritim dunia. “Saat ini, Pemerintah Cina sedang mempertimbangkan untuk merintis jalur pariwisata baru ke NTB,” ujarnya. 

Hu Yin Quan berharap acara  ini dapat menjadi wadah untuk saling mengenal dan memahami, yang nantinya semakin meningkatkan peluang kerja sama atau antara pemerintah Cina dengan tiga Provinsi di Indonesia, yaitu Provinsi Bali, NTB, dan NTT. “Ketiga (provinsi) ini lokasi yang strategis karena dapat menghubungkan wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur,” ujarnya. 

Menurutnya, sepanjang 2016 kerja sama ekonomi meningkat, dapat dilihat sejak Januari sampai Juli 2016, di mana investasi dari Cina lebih dari US$ 1 miliar. Sementara, merujuk data statistik BKPM, investasi langsung dari Cina pada 2015 menduduki peringkat 10, sedangkan pada masa Januari-Juli tahun ini, investasi dari Cina menduduki peringkat empat. 


Reporter: Hernawardi

Editor: Nur Hidayat